Translate

Monday, February 25, 2013

Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)

HUKUM MENIKAHI WANITA YANG PERNAH BERZINA
Ada dua pendapat dalam hal ini.

1. Haram, kecuali setelah bertobat. Maka, menikahi wanita pezina yang sudah bertobat hukumnya boleh.[1]

Haramnya menikahi perempuan atau lelaki pezina itu berdasarkan pada dzahir dan keumuman firman Allah dalam QS An Nur 24:3


الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك علي المؤمنين

Artinya: Seorang lelaki pezina tidak boleh menikah kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Seorang wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Hal itu diharamkan bagi seorang mukmin.

2. Boleh dan sah nikahnya. Ini pendapat Imam Syafi'i dalam kitab Al Umm[2]

Imam Syafi'i berbeda pendapat dalam menafsiri surat An Nur 24:13 di atas. Menurut Syafi'i, ayat di atas memiliki konteks khusus. Selain itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa ayat di atas sudah di-naskh (diganti) oleh ayat lain.

Pendapat Syafi'i ini diperkuat dengan sebuah hadits di mana salah seorang mengeluh pada Nabi karena istrinya genit (baca, suka selingkuh). Nabi menjawab, "Ceraikan." Orang itu berkata, "Tapi saya masih mencintainya." Jawab Nabi, "Kalau begitu, jangan cerai dia." Kata Syafi'i, seandainya haram menikahi wanita pezina, niscaya Sahabat tadi akan disuruh menceraikan istrinya yang selingkuh itu.

Teks asli hadits tersebut demikian:


أتى رجل إلى رسول الله [ ص: 13 ] صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله إن لي امرأة لا ترد يد لامس فقال النبي صلى الله عليه وسلم فطلقها قال إني أحبها قال فأمسكها إذا

Pendapat Syafi'i disetujui oleh Al Bishri dalam Al Hawi al-Kabir[2]

Dalam Al-Majmuk, Imam Nawawi mengatakan

(فرع) وإن زنى رجل بزوجة رجل لم ينفسخ نكاحها، وبه قال عامة العلماء ، وقال على بن أبى طالب: ينفسخ نكاحها وبه قال الحسن البصري.
دليلنا حديث ابن عباس في الرجل الذى قال للنبى صلى الله عليه وسلم: إن امرأتي لا ترد يد لامس)

Artinya: Apabila seorang lelaki berzina dengan istri orang lain, maka nikah perempuan itu tidak rusak (tidak batal). Ini pendapat kebanyakan ulama. Ali bin Abi Talib berkata: nikahnya rusak (batal) pendapat ini diikuti Al-Hasan Al-Bishri. Dalil kita adalah hadits Ibnu Abbas di mana seorang laki-laki yang istrinya berzina diberi pilihan oleh Nabi untuk mentalak atau tidak.

KESIMPULAN

Hukum menikahi wanita yang pernah berzina adalah sah dan boleh. Asalkan wanita itu sudah bertaubat. Namun, Rasulullah mengingatkan bahwa menikah bukan hanya persoalan hukum atau chnta saja. Menikah hendaknya bertujuan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah (tenang, harmonis dan penuh sayang) serta untuk membentuk keturunan generasi muda muslim yang salih dan berkualitas.

Untuk itu, dalam sebuah hadits yang lain, Nabi menyerukan seorang muslim atau muslimah agar dalam menikahi seseorang hendaknya menjadikan kesalihan sebagai faktor pertimbangan prioritas. Bukan karena faktor kecantikan atau kekayaan.[3]


SUMBER RUJUKAN:

[1] علي بن أحمد بن سعيد بن حزم dalam kitab المحلى بالآثار mengatakan:


مسألة : ولا يحل للزانية أن تنكح أحدا ، لا زانيا ولا عفيفا حتى تتوب ، فإذا تابت حل لها الزواج من عفيف حينئذ .

ولا يحل للزاني المسلم أن يتزوج مسلمة لا زانية ولا عفيفة حتى يتوب ، فإذا تاب حل له نكاح العفيفة المسلمة حينئذ .

[2] Lihat Al Umm jilid V, bab نكاح المحدثين. Pendapat ini disetujui oleh Abul Hasan Al Bishri (أبو الحسن علي بن محمد بن حبيب الماوردي البصري) dalam Al Hawi al-Kabir (الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي)

[3] Teks Arab hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim adalah sebagai berikut:


أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال تنكح المرأة لأربع : لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها ، فاظفر بذات الدين تربت يداك

Artinya: Wanita dinikahi karena (salah satu dari) empat faktor: hartanya, status sosialnya, cantiknya, agamanya. Maka carilah perempuan salihah, niscaya kamu akan beruntung.

Wallahu a'lam.

Reaksi:

8 komentar:

  1. Walaupun seorang perempuan sudah bertobat tapi ingat hukum karma akan selalu ada. Siapa yang menyakiti orang tua maka anaknya nanti akan menyakiti dia juga termasuk orang yang pernah berzina di mana dia sudah membebani/menyakiti orang tuanya dengan dosa niscaya dia pun nanti akan mendapatkan balasan serupa bahkan lebih dahsyat lagi. Adi Daya™

    ReplyDelete
  2. Oke-Reload - Terima kasih atas masukannya sob,
    thanks jga udh mau mampir :)

    ReplyDelete
  3. @Slamet Hamzah : benar sekali sob :)
    allah punya rencana lain dibalik cobaan dalam keluarga dan berumah tangga.

    @UpdateCampuran : insya allah :)

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum..
    kalau kasusnya si cewe diperkosa temannya sendiri, itu gmn? Diperkosa loh. Bukan karena pergaulan.

    Haruskah cewe menikah dg yg memperkosa itu? Atau dg pria lain ?

    ReplyDelete
  5. @ BAni Adam : Menikah dengan yang memperkosa ? Sama aja menyuruh perempuan masuk neraka. Pernahkah anda berpikir bgaimana hancur perasaan orng yg diperkosa ? seumur hidup, bahkan sampai anak turunan tak akan ikhlas memaafkannya. Jika Anda perempuan, anda akan tahu rasanya.

    ReplyDelete
  6. @Bani & Jhoni : semuanya itu tergantung kepada si wanita (korban) jika wanita tersebut tidak suka atau bahkan membencinya maka mereka itu menikah bkan krn jodoh melainkan kebodohan atau kelalayan dirinya sendiri.

    ReplyDelete

SILAHKAN KASIH KOMENTAR DI SINI
KOMENTAR SAHABAT SANGAT DIHARAPKAN UNTUK MEMBANGUN BLOG INI AGAR LEBIH BAIK LAGI

 
Ping your blog, website, or RSS feed for Free DMCA.com